USD/JPY Berbelok Positif Pasca Status Quo BoJ

FXStreet - Pasangan Dolar-Yen berbelok positif dan mencatat tertinggi sesi 113,27 setelah Bank of Japan (BoJ) mempertahankan status quo seperti yang diperkirakan secara luas.

Bank sentral mempertahankan tingkat suku bunga acuan di -0,1 persen dan mempertahankan target yield di sekitar nol persen. Perkiraan PDB telah direvisi lebih tinggi, sementara perkiraan inflasi telah direvisi lebih rendah seperti yang diharapkan.

BoJ Kataoka menentang keputusan mengenai kurva yield dan mengatakan bahwa bank sentral seharusnya melonggar jika faktor domestik menyebabkan tertundanya target harga. Sementara itu, laporan kuartalan mencatat risiko negatif pada tekanan harga dan ekspektasi inflasi lemah.

Dikatakan inflasi kemungkinan akan berakselerasi ke 2 persen, namun disebutkan bahwa tekanan harga yang mendasari tetap lemah saat efek harga energi dilepas.

Secara keseluruhan, keputusan kebijakan dan laporan kuartalan menawarkan sedikit kejutan. Namun, Yen sedikit melemah, yang bisa jadi karena komentar bank sentral mengenai inflasi. Revisi ke atas perkiraan PDB sedikit membantu Yen Jepang.

Level-Level Teknis USD/JPY

Jim Langlands dari FX Charts menulis-

"Di bawah 113,00 akan melihat kita kembali di kisaran 112/113 sebelumnya, di mana 112,75 akan menjadi level support pertama di depan 112,50. Di sisi atas, di atas 113,50 akan menemukan penawaran jual di 113,85 dan lagi di 114,00 meskipun level tersebut diperkirakan tidak diganggu hari ini, jika salah, di atas 114,00, resisten minor akan terlihat di 114,20/25, di atasnya 114,45/50 adalah rintangan yang semakin kuat untuk diatasi."

BoJ Menaikkan Perkiraan PDB, Turunkan Perkiraan Inflasi

Menyusul sikap kebijakan moneter BoJ yang tidak berubah, rilis laporan 'Prospek untuk Aktivitas Ekonomi dan Harga' bank sentral menyoroti (via Reuters):
مزید پڑھیں Previous

Kataoka, BoJ: Seharusnya Melonggar Jika Faktor Domestik Sebabkan Tertundanya Pencapaian Target Harga

Setelah rilis pernyataan kebijakan moneter dan laporan kuartalan BoJ, Anggota Dewan baru Bank Sentral Goushi Kataoka diberitakan, melalui Reuters, mencatat bahwa BoJ seharusnya melonggar jika faktor-faktor dalam negeri menyebabkan tertundanya pencapaian target harga, namun pada saat bersamaan tidak mengajukan usulan untuk memperluas stimulus moneter.
مزید پڑھیں Next