Ritel Emas Terbesar Jepang Mengatakan Suku Bunga Negatif Dorong Permintaan - Bloomberg

FXStreet - Bloomberg melaporkan ritel emas terbesar Jepang mengutip bahwa sikap kebijakan suku bunga negatif Bank of Japan (BoJ) terbaru telah meningkatkan permintaan domestik terhadap emas.

Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg, Takahiro Ito, kepala manajer di toko Tanaka Kikinzoku Kogyo KK mengatakan, "Banyak pelanggan bertaruh bahwa lebih baik mengubah tabungan mereka ke emas sebagai aset aman daripada deposito uang di bank yang menawarkan suku bunga rendah."

Harga emas batangan naik ke ¥5.027 ($44) per gram pada 11 Maret, tertinggi sejak 7 Juli, menurut perusahaan yang berbasis di Tokyo.

"Banyak pelanggan biasanya menjual emas, tapi kami merasa bahwa banyak pelanggan membeli emas bahkan ketika harga melebihi 5.000 yen," Ito menambahkan.

Menurut World Gold Council (WGC), permintaan konsumen di Jepang naik ke 32,8 metrik ton di 2015 dari 17,9 ton tahun sebelumnya, sehingga menjadikannya konsumen terbesar ketujuh di Asia.

EUR/USD Bertahan Pada Kenaikan Dekat 1,1150 Jelang Data UME

Mata uang tunggal telah menyerahkan bagian dari kenaikan sebelumnya Senin ini, sekarang membawa EUR/USD ke 1,1155/50.
Read more Previous

AUD & JPY: Pasangan Yang Tidak Biasanya Dengan Posisi Pembelian Terbesar - Scotiabank

Tim riset Scotiabank, merunut data CFTC yang mencakup hingga Selasa 8 Maret & dirilis Jumat 11 Maret.
Read more Next