Emas Antam 2 September Rp2.624.000, Turun Rp40.000

Emas Antam untuk berat 1 gram dijual di harga Rp2.624.000 hari ini. Harganya turun Rp40.000 dari harga kemarin di Rp2.664.000 seperti diinformasikan dalam situs Logam Mulia. Emas Antam 0,5 gram dijual di harga Rp1.362.000 dan 1 kg di Rp2.564.600.000.

Penurunan harga yang disebutkan di atas mengekor harga Emas dunia (XAU/USD) yang ditutup turun 2,72% di US$4.328 per troy ons kemarin. Emas kemudian menindaklanjutinya dengan turun ke terendah harian US$4.305 di perdagangan sesi Asia hari ini, juga level terendah sejak 10 Agustus 2026.

Data Perubahan Ketenagakerjaan ADP Amerika Serikat untuk BULAN Agustus akan dirilis pada pukul 12:15 GMT (19:15 WIB). Data tersebut diprakirakan menjadi penggerak dominan untuk emas dalam jangka pendek pada hari ini di samping data lainnya seperti Pesanan Pabrik pada pukul 14:00 (21:00 WIB) dan Beige Book Federal pada pukul 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB).

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

0,4%: PDB Australia Kuartal 2 melampaui estimasi

Produk Domestik Bruto (PDB) Australia naik 0,4% QoQ pada kuartal kedua (Q2) 2026 dibandingkan dengan pertumbuhan 0,3% pada kuartal pertama, Biro Statistik Australia (ABS) menunjukkan pada hari Rabu. Pembacaan ini جاءت lebih kuat daripada ekspektasi ekspansi 0,3%.
Read more Previous

Takata dari BoJ mengatakan bank sentral harus menaikkan suku bunga dengan gesit setelah menilai kondisi keuangan

Anggota dewan Bank of Japan (BoJ), Hajime Takata, mengatakan pada hari Rabu bahwa bank sentral harus melakukan kenaikan suku bunga secara lincah setelah menilai akomodasi dalam kondisi keuangan domestik dan perkembangan.
Read more Next