PMI Manufaktur S&P Global Indonesia Bulan Agustus Turun ke 49,8 dari 50,2
Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan Agustus 2026 turun ke 49,8 dari 50,2 pada bulan sebelumnya. Dengan demikian, indikator ini kembali ke wilayah kontraksi karena berada di bawah 50, level yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi.
Penurunan di bulan pelaporan sebagian besar didorong oleh penurunan kembali produksi dan ketenagakerjaan. Keduanya menurun dalam lima dari enam periode survei terakhir. Penurunan produksi baru-baru ini disebabkan persaingan yang semakin ketat, kondisi permintaan masih lemah, dan kenaikan harga barang.
Maryam Baluch, Ekonom di S&P Global Market Intelligence, mengatakan, "Data PMI terbaru menunjukkan kondisi sektor manufaktur Indonesia sedikit memburuk, karena produksi kembali menurun dan ketenagakerjaan membalikkan perbaikan yang tercatat pada bulan sebelumnya. Sementara itu, kondisi permintaan secara umum berada dalam kondisi netral."
Reaksi Pasar
Rupiah tidak menunjukkan reaksi signifikan menyusul rilis data setelah sebelumnya sempat menguat ke 17.675 per Dolar AS. Pada saat berita ini ditulis, USD/IDR diperdagangkan di 17.702 yang naik 0,04% pada basis harian.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Sel Sep 01, 2026 00.30
Frekuensi: Bulanan
Aktual: 49.8
Konsensus: -
Sebelumnya: 50.2
Sumber: S&P Global