Rupiah Indonesia: BI mempertahankan suku bunga untuk mendukung IDR – BNY

Geoff Yu menulis bahwa Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuannya di 5,75% untuk bulan kedua dalam keputusan pertama Pelaksana Tugas Gubernur Destry Damayanti. Bank sentral bertujuan mendukung stabilitas Rupiah Indonesia (IDR), menahan inflasi impor, dan mempertahankan pertumbuhan di tengah volatilitas global dan ketegangan Timur Tengah. BI memprakirakan Rupiah akan menguat dan akan menggunakan instrumen moneter, intervensi, serta insentif arus masuk untuk mendukungnya.

Kelanjutan kebijakan di bawah Damayanti

"Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga kebijakan acuannya tidak berubah di 5,75% untuk bulan kedua berturut-turut dalam keputusan pertamanya di bawah Pelaksana Tugas Gubernur Destry Damayanti."

"Bank sentral mengatakan penahanan ini bertujuan untuk mendukung stabilitas rupiah, menahan inflasi impor, dan menjaga pertumbuhan berkelanjutan di tengah meningkatnya volatilitas global dan ketegangan Timur Tengah."

"BI memprakirakan rupiah akan terus menguat dan akan menggunakan instrumen moneter, intervensi pasar, serta insentif arus masuk valuta asing untuk mendukung mata uang tersebut. BI juga memberi sinyal dukungan makroprudensial yang berkelanjutan untuk menjaga likuiditas dan penyaluran kredit."

"BI membiarkan proyeksi pertumbuhan 2026 tidak berubah di 4,9%–5,7% dan menegaskan kembali koordinasi dengan pemerintah."

"Keputusan ini menandakan kelanjutan kebijakan setelah kepergian Perry Warjiyo, tanpa pergeseran mendadak menuju pelonggaran."

(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor. Pelajari lebih lanjut.)

Pound Inggris melonjak saat buyback Treasury melemahkan Dolar AS

Pound Sterling naik terhadap Greenback pada hari Rabu saat Departemen Keuangan AS turun ke pasar untuk menawarkan dukungan likuiditas melalui pembelian kembali obligasi bertenor lebih panjang, sehari setelah imbal hasil AS bertenor 30 tahun mencapai level tertingginya sejak 2007.
আরও পড়ুন Previous